Berita Terbaru

header ads

Fungsi-fungsi pada Tataniaga, contoh kasus peternakan


Fungsi-fungsi pada Tataniaga, tulisan kedua dari Tataniaga
proses pembersihan telur itik sebagai salah satu fungsi pengolahan pada tataniaga


Dalam proses tataniaga terdapat fungsi-fungsi tataniaga. Misalnya dalam proses penjualan dari peternak ke pedagang pengumpul. Pada proses ini peternak menjalankan fungsi penjualan dan pedagang menjalankan fungsi pembelian.

Fungsi penjualan bertujuan untuk mendapatkan pendapatan yang optimal. Fungsi penjualan meliputi mencari informasi pasar, perencanaan dan pengembangan produk, menciptakan permintaan terhadap produk budidaya ternaknya, melakukan kontak-kontak dengan calon pembeli potensial, menawarkan produk, melakukan negosiasi, melakukan kontrak penjualan. (Yogi dan Rantaningtyas, 2012: 113).

Yogi dan Rantaningtyas (2012: 114) menambahkan bahwa terdapat fungsi-fungsi lain yang terlibat dalam fungsi penjualan. Fungsi itu antara lain fungsi penyimpanan, pengolahan, pengankutan, standardisasi dan grading, pembiayaan, penanggungan resiko, dan lain sebagainya.


Fungsi penyimpanan bertujuan untuk dapat menyediakan produk hasil budidaya pada waktu dan tempat yang tepat. Misalnya peternak itik petelur,biasanya membutuhkan waktu 3-4 hari untuk mengumpulkan telur agar jumlahnya banyak lalu dijual, karenanya fungsi penyimpanan diperlukan. Penyimpanan untuk hasil budidaya sangat beragam. Ada yang dapat disimpan dalam waktu lama, namun ada juga yang tidak dapat tahan lama. Umumnya hasil budidaya yang dapat bertahan lama disimpan terlebih dahulu di gudang atau tempat penyimpanan lainnya, sedangkan untuk produk yang tidak dapat bertahan lama langsung dijual.

Fungsi pengolahan dilakukan karena pembeli pada umumnya menginginkan kondisi tertentu dari produk yang dibelinya. Misalnya pada komoditas telur itik, pembeli menginginkan kondisi telur yang telah bersih, maka telur yang masih kotor dari kandang perlu terlebih dahulu dibersihkan. Contoh lain misalnya untuk ayam broiler, konsumen menginginkan ayam yang sudah bersih bulu dan jeroannya, maka pedagang pengecer mengolahnya dengan membuang bulu dan jeroan ayam tersebut.

Fungsi standardisasi adalah menyeragamkan hasil budidaya ternak yang umumnya tidak seragam menjadi beberapa jenis yang seragam. Fungsi standardisasi ini biasanya terkait langsung dengan fungsi grading, yaitu pengelompokan hasil budidaya menjadi kelas-kelas tertentu. Misalnya hasil produksi telur itik, besar telurnya adalah berbeda ada yang besar ada yang kecil. Maka telur yang besar-besar dikumpulkan dengan grade A, telur yang ukuranya sedang dikumpulkan dengan grade B, dan telur yang ukurannya kecil-kecil dikumpulkan dengan grade C.

Fungsi pengangkutan terjadi karena perbedaan lokasi antara tempat hasil budidaya dihasilkan dengan lokasi pembeli berada. Pengangkutan dilakukan untuk mengantarkan produk dari produsen ke konsumen. Proses pengangkutan dilakukan beragam dan dengan alat transportasi tertentu. Selain itu, dalam fungsi pengangkutan ini terdapat juga fungsi bongkar muat ke dalam angkutan dan keluar angkutan.

Setiap menjalankan fungsi tataniaga terdapat resiko yang harus ditanggung oleh lembaga atau orang yang melakukan fungsi tersebut. Misalnya peternak menanggung resiko perubahan pasar dan perubahan iklim. Atau pedagang pengempul menanggung resiko kematian hewan ternak selama penyimpanan dan pengangkutan.

Semua fungsi itu memerlukan biaya. Dengan demikian selama proses tersebut, penjual harus melakukan fungsi pembiayaan tataniaga. Fungsi ini adalah fungsi pembiayaan tataniaga, yaitu segala biaya yang harus dikeluarkan baik tunai maupun non tunai untuk menjalankan fungsi tataniaga.

Kembali ke contoh kita, antara peternak dengan pedagang pengumpul. Dalam fungsi tataniaga ini prosesnya adalah pertukaran barang dan jasa dari peternak ke pedagang. Barang dan jasa yang diserahkan peternak adalah hasil budidaya beserta jasa-jasa yang memperlancar proses pertukaran tersebut. Sebagai balas jasa terhadap barang dan jasa yang disampaikan, peternak tersebut menuntut harga produk hasil budidaya. Harga adalah jumlah uang yang harus diserahkan oleh pembeli jika ingin mendapatkan barang dan jasa dari peternak tersebut (Yogi dan Rantaningtyas, 2012: 113).

Sesudah melakukan fungsi penjualan, maka penjual, dalam contoh pada tulisan ini adalah peternak, akan mendapatkan keuntungan tataniaga. Keuntungan tataniaga adalah pendapatan yang telah didapat setelah melakukan semua fungsi tataniaga dikurangi dengan biaya dan pengorbanan yang harus dilakukan.

Kepustakaan:

Yogi dan Sudrajati Rantaningtyas, 2012. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bandung: Penerbit ITB

Tulisan selanjutnya Efisiensi Tataniaga

Posting Komentar

0 Komentar