Berita Terbaru

header ads

Ingin Mengenal Konsumen di Era Digital? Ini 7 Karakteristiknya




Tahun 2000-an awal, gadget masih menjadi hal tabu di Indonesia. Namun, kondisi itu berubah dengan cepat di tahun-tahun berikutnya. Dimulai dengan masuknya GPRS, Blackberry, hingga Android.

Seperti apakah kondisinya saat ini, tak perlu ditanya lagi. Tidak kurang dari 132 juta rakyat Indonesia menggunakan internet. Ternyata, perubahan itu pun memengaruhi banyak hal, termasuk perilaku belanja orang Indonesia. Antonny Liem—generasi Millenials yang menjadi CEO Merah Cipta Media Group—membenarkan pergeseran tersebut. Lalu, bagaimana perilaku konsumen di era digital? Simak penjelasan berikut ini:

1. Suka Belanja Online

Kehadiran  era  digital  dibarengi  dengan  kemunculan berbagai jenis smartphone canggih. Adanya teknologi ini mengubah pola belanja masyarakat. Mereka tak lagi mengandalkan pasar dan pusat perbelanjaan sebagai tempat membeli barang. Justru, para konsumen ini lebih suka belanja di toko online atau marketplace.

Fakta itu diungkapkan oleh Google melalui risetnya, bahwa belanja online sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia. Penelitian Google tersebut membuktikan jumlah pelaku belanja daring mencapai angka 81 juta jiwa.

2. Mengetahui Detail Produk

Konsumen era digital didominasi oleh generasi Z dan Millenials. Mereka cenderung cerdas dan mengetahui banyak hal, termasuk soal pemilihan produk. Informasi sesaat tidak lagi memengaruhi keputusan belanja generasi ini. Pasalnya, mereka selalu meneliti barang yang ditawarkan atau mencari tahu lewat internet.

Selain itu, konsumen Millenials dan generasi Z senantiasa mempertimbangkan kualitas ketimbang harga. Mereka berpikir, lebih baik membeli produk mahal dengan mutu tinggi daripada murah tapi gampang rusak.

3. Lebih Suka Menonton Video

Jika Anda sering membuka YouTube, pasti memahami model promosi yang sangat disukai konsumen era digital. Ya, tepat sekali, mereka lebih senang menonton video ketimbang membaca tulisan.

Coba perhatikan, video iklan di YouTube lebih sering dikunjungi pengguna internet daripada landing page produk. Anda punya kesempatan empat kali lipat lebih besar jika promosi menggunakan video.

4. Konsumen di Era Digital Sering Menggunakan Fitur Voice Command

Voice  command  merupakan  salah  satu  fitur  bawaan Google yang bisa digunakan untuk mencari objek atau situs tertentu. Selama dua belas bulan terakhir di tahun 2017, MinMeld menemukan fakta—pemakaian perintah suara meningkat hingga 60 persen.

Survei MinMeld mengungkapkan—voice command kerap digunakan konsumen untuk mencari berbagai produk. Hanya dengan satu kali mengucapkan nama barang yang diinginkan, mesin pencari memberikan banyak pilihan.

5. Memiliki Fitur Aplikasi Percakapan

Sekitar 10 tahun silam—terhitung sejak tahun 2018— Blackberry menjadi satu-satunya aplikasi percakapan instan. Kala itu, digandrungi generasi Millenials yang beranjak dewasa. Seiring waktu, kejayaan Blackberry tergeser oleh WhatsApp.

Setelah kemunculan WhatsApp, beberapa aplikasi percakapan lain pun mulai diluncurkan. Namun, fungsinya tidak hanya untuk mengirim pesan secara cepat. Aplikasi tersebut juga digunakan sebagai media jualan. Sebagai contoh, LINE—antarmukanya dikemas untuk berbagai aktivitas daring.

Melalui LINE, konsumen bisa mencari produk-produk yang disukai. Mereka juga dapat melakukan transaksi pembelian lewat aplikasi ini. Bahkan, tersedia e-wallet untuk menyimpan saldo nontunai.

6. Terbiasa Berkomunikasi dengan Chatbot

Luasnya jangkauan internet kerap kali membuat pebisnis kewalahan. Bisa jadi, setiap hari menerima ratusan konsumen dari berbagai daerah. Untuk mengatasi masalah tersebut, dihadirkan chatbot—robot customer service.

Sepertinya, kehadiran chatbot disambut hangat oleh konsumen era digital. Meski semula asing dengan teknologi ini, pada akhirnya mereka terbiasa. Bahkan, sudah mengetahui, pertanyaan apa saja yang pasti dijawab oleh chatbot.

7. Suka Membeli Barang Murah dalam Jumlah Banyak

Hermawan Kartajaya—Presiden ACSB—menggolongkan konsumen era digital ke dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah konsumen berkarakter dumb. Menurutnya, customer ini suka membeli barang murah dengan jumlah banyak. Mereka tidak memedulikan kualitas barang. Bagi konsumen ini, yang terpenting harganya miring. Saat ada diskon atau promo, customer tersebut rela mengantre demi mendapatkan barang tertentu.

Itulah tujuh karakter konsumen di era digital yang mesti Anda pahami. Meski teknologi mengubah perilaku mereka, bukan berarti Anda harus bergantung padanya. Seperti kata Bill Gates—orang terkaya di dunia, “Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat anak-anak bekerja sama dan memotivasi mereka, akan tetapi guru lah yang terpenting.”

Posting Komentar

1 Komentar